Jumat, 25 November 2011

Perjamuan Kudus Menurut Pandangan Luther dan Calvin


Sekilas di sini saya paparkan secara singkat perbedaan pandangan (teologia) kedua Reformator Protestan Tentang Sakramen Perjamuan Kudus.

Ajaran Luther tentang Perjamuan Kudus dia sebut Kon-substansiasi (kon = sama-sama-substansi= hakekat/zat): roti dan anggur itu tidak berubah menjadi tubuh dan darah Kristus (trans-substansiasi). Tetapi tubuh dan darah Kristus mendiami roti dan anggur itu sehingga ada 2 zat atau substansi yang sama-sama terkandung dalam roti dan anggur itu. Gereja Lutheran memahami bahwa di dalam Perjamuan Kudus Kristus sungguh-sungguh hadir tanpa merubah substansi roti dan anggur namun Dia hadir ketika Perjamuan Kudus dilakukan. Makna kehadiran Kristus diterima, ketika yang menerima Perjamuan Kudus percaya tentang firman Tuhan yang diberitakan melalui Perjamuan Kudus dan percaya kepada penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus.



Sedangkan Ajaran Calvinis, Calvin menolak bahwa tubuh Kristus turun dari Sorga untuk memasuki roti dan anggur Perjamuan Kudus, apalagi untuk hadir dimana saja Perjamuan Kudus. Menurut Calvin, tubuh Kristus setelah naik ke Sorga, hadir di sebelah kanan Allah Bapa, sebagai jaminan kebangkitan tubuh manusia pada akhir zaman. Jadi untuk dipersatukan dengan tubuh dan darah Kristus, manusia harus diangkat ke Sorga*. Namun manusia bukan berarti diangkat secara jasmaniah tetapi secara rohaniah karena hatinya diarahkan ke atas (sursum corda). Dengan kata lain ia menolak kehadiran jasmani dalam Perjamuan Kudus. Kristus sungguh-sungguh hadir pada waktu Perjamuan Kudus dirayakan, dengan cara yang cocok bagi Tuhan yang telah dimuliakan yaitu dalam Roh Kudus yang tidak terikat pada roti dan anggur. Dengan demikian Calvin menolak ajaran Gereja Roma Katolik tentang trans-substansiasi dan menolak ajaran Lutheran yaitu mengenai kon-substansias.

* Teologi Calvin ini sangat jelas dalam Liturgi Perjamuan Kudus ke II GKI di Tanah Papua pada bagian ttg panggilan, disana dikatakan "Kita hendak duduk pada meja Tuhan kita. Janganlah kita melihat dan ingat akan roti dan anggur saja, tetapi kita menaikkan hati kita kepada Tuhan Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Bapa-Nya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Photo On Facebook